Universitas Borneo Lestari (UNBL) menjalani Asesmen Lapangan (AL) secara daring dalam rangka Akreditasi Perguruan Tinggi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada 16–17 September 2026. Kegiatan asesmen ini melibatkan tiga asesor BAN-PT, yaitu Prof. Dr. rer. nat. apt. Nanang Fakhrudin, M.Si. dari Universitas Gadjah Mada sebagai Ketua Asesor, Prof. Dr. Maret Priyatna, S.H., M.H. dari Universitas Padjadjaran sebagai asesor kedua, serta Prof. Dr. Anam Sutopo Siswo Subiyanto, S.Pd., M.Hum. dari Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai asesor ketiga.

Pada sesi awal pelaksanaan AL, Rektor Universitas Borneo Lestari, Dr. Neni Widaningsih, S.Pt., M.P., IPU., ASEAN Eng. menyampaikan profil Universitas Borneo Lestari kepada tim asesor BAN-PT. Penyampaian profil tersebut mencakup gambaran umum institusi, visi dan misi, perkembangan penyelenggaraan pendidikan, serta berbagai capaian dan program pengembangan yang telah dilaksanakan oleh UNBL. Sesi ini menjadi bagian awal dalam memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi, karakteristik, serta arah pengembangan Universitas Borneo Lestari.
Selanjutnya, pelaksanaan AL berfokus pada empat kriteria utama, yaitu Budaya Mutu, Relevansi, Akuntabilitas, dan Diferensiasi Misi. Pada kriteria Budaya Mutu, UNBL menyampaikan berbagai upaya dalam membangun dan memperkuat budaya mutu melalui implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara berkelanjutan. Pada kriteria Relevansi, UNBL menunjukkan upaya dalam memastikan penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat selaras dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada kriteria Akuntabilitas, UNBL menyampaikan penerapan tata kelola dan pengelolaan perguruan tinggi yang transparan, bertanggung jawab, serta didukung oleh sistem perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Sementara itu, pada kriteria Diferensiasi Misi, UNBL menunjukkan karakteristik dan arah pengembangan perguruan tinggi yang mengacu pada visi, misi, serta kekhasan institusi dalam menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dan berbasis kearifan lokal di Kalimantan.

Asesmen lapangan ini menjadi momentum bagi UNBL untuk menunjukkan capaian, praktik baik, serta perkembangan institusi pada masing-masing kriteria akreditasi. Proses verifikasi dan klarifikasi yang dilakukan oleh tim asesor memberikan ruang bagi universitas untuk menyampaikan bukti pelaksanaan, capaian indikator, serta berbagai program pengembangan yang telah dilaksanakan. Bagi UNBL, kegiatan ini merupakan bagian penting dalam evaluasi dan peningkatan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan. Hasil asesmen diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pijakan strategis bagi universitas dalam memperkuat budaya mutu, meningkatkan relevansi, memperkuat akuntabilitas, serta mengembangkan diferensiasi misi sesuai dengan arah pengembangan Universitas Borneo Lestari.
